PubMed Media Kesehatan

6 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air - PubMed



6 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Telinga kemasukan air sering kali dialami oleh mereka yang hobi berenang. Untuk menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh, berenang secara rutin memang baik. Tapi berhati-hatilah, karena saat berenang telinga Anda bisa kemasukan air.

Air yang masuk ke telinga dalam jangka waktu lama dan terjadi secara berulang-ulang bisa meningkatkan risiko peradangan dan infeksi pada saluran telinga. Hal ini sering terjadi pada orang yang sering berenang.

Peradangan yang dimaksud bisa berupa kemerahan dan pembengkakan pada saluran telinga eksternal (luar). Bagian ini merupakan saluran yang terletak di antara telinga bagian luar dan gendang telinga. Di dalam dunia medis, gangguan peradangan pada bagian ini biasa disebut dengan otitis eksterna.

Gejala Infeksi Akibat Telinga Kemasukan Air

Pada awalnya, gejala telinga kemasukan air bersifat ringan. Namun jika tidak segera diobati atau infeksi sudah menyebar, gejala akan bertambah parah. Gejala infeksi yang bersifat ringan meliputi:

  • Telinga tampak kemerahan
  • Gatal di saluran telinga
  • Nyeri saat daun telinga ditarik
  • Keluar cairan bening yang tidak berbau

Gejala-gejala yang tingkat keparahannya menengah dapat berupa:

Pada tahap yang parah, gejalanya meliputi:

  • Rasa nyeri yang parah menyebar ke daerah wajah, leher, atau sisi kepala
  • Kemerahan dan pembengkakan bagian luar telinga
  • Saluran telinga mengalami penyumbatan seluruhnya
  • Demam
  • Kelenjar getah bening di leher membengkak

Penanganan oleh Dokter

Jika muncul keluhan pada telinga, segera hubungi dokter spesialis THT untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Pertama kali, dokter kemungkinan akan membersihkan saluran telinga. Selanjutnya, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi infeksi dan rasa sakit.

Selama pengobatan, Anda disarankan untuk tidak berenang atau menjaga telinga agar tidak kemasukan air selama setidaknya 2 minggu.

Otitis eksterna yang tidak kunjung ditangani secara tepat bisa menimbulkan beberapa masalah, seperti:

  • Otitis eksterna kronis yang berlangsung secara berkepanjangan atau berulang-ulang
  • Otitis eksterna bersifat ganas yang terjadi akibat infeksi menyebar dan merusak ke tulang rawan juga tulang tengkorak
  • Penyempitan saluran telinga
  • Pembengkakan dan infeksi pada wajah

Cara Mengeluarkan Air dari Telinga

Agar masalah telinga kemasukan air tidak berkembang menjadi kondisi yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera upayakan untuk mengeluarkan air yang masuk ke telinga. Tindakan ini bisa Anda upayakan sebelum menggunakan obat telinga berair baik yang dibeli sendiri maupun dari dokter.

Beberapa cara di bawah ini bisa dilakukan untuk mengeluarkan air dari telinga:

1. Lap telinga dengan kain

Saat telinga kemasukan air, cara mudah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengelap telinga menggunakan kain. Mengelap telinga bagian luar secara perlahan-lahan memakai kain atau handuk yang halus mungkin bisa menyerap sebagian air di telinga.

Lap telinga sambil memiringkan telinga yang kemasukan air ke arah kain. Pastikan untuk tidak mendorong kain ke bagian dalam telinga karena justru akan mendorong air.

2. Miringkan kepala ke samping

Cara lain untuk mengeluarkan air dari telinga adalah dengan memiringkan kepala ke arah telinga yang kemasukan air. Tariklah daun telinga agar saluran telinga membuka lebih luas sehingga memudahkan air keluar.

3. Berbaring miring

Air akan mengalir menuju tempat lebih rendah karena pengaruh gaya gravitasi. Untuk itu, cobalah berbaring miring agar cairan bisa dengan mudah keluar setidaknya selama beberapa menit. Biasanya daun telinga akan terasa hangat ketika air keluar.

4. Menguap

Cara lain yang mungkin bisa membantu mengeluarkan air dari dalam telinga, terutama dari bagian Eustachius, adalah dengan menguap. Gerakan ini mungkin saja membantu melegakan ketegangan bagian telinga sehingga bisa mendorong air keluar.

5. Mengunyah sesuatu

Biasanya air yang masuk ke telinga akan terjebak di bagian tabung eustachius. Bagian tersebut merupakan salah satu bagian dari telinga bagian dalam.

Untuk membantu membebaskan air sehingga bisa dikeluarkan dengan mudah, gerakan mengunyah bisa membantu. Jika perlu, mengunyahlah sembari memiringkan kepala agar air makin mudah keluar.

6. Menggunakan pengering rambut

Panas dari pengering rambut dapat membantu menguapkan air di dalam saluran telinga. Caranya, nyalakan pengering rambut di suhu terendah. Pegang pengering rambut sekitar sejengkal dari telinga dan gerakkan secara maju mundur.

Jika tindakan-tindakan tersebut masih belum berhasil mengatasi kondisi telinga kemasukan air, tidak ada salahnya untuk mendatangi dokter spesialis THT terdekat.

Anda juga harus segera ke dokter bila telinga terasa nyeri, berdenging, keluar darah dari telinga, hingga terjadi gangguan pendengaran.


Biaya Krioterapi di - Rumah Sakit Terbaik - PubMed



Biaya Krioterapi di - Rumah Sakit Terbaik

Berapa Biaya Krioterapi?

Biaya untuk melakukan pemeriksaan krioterapi bervariasi, dimulai dari Rp. 1.300.000, tergantung dari jenis tumor yang ditangani dan rumah sakit mana yang menyelenggarakannya. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Krioterapi?

Krioterapi adalah sebuah prosedur medis yang digunakan untuk menangani berbagai jenis tumor, baik jinak (nonkanker), prakanker, atau ganas (kanker), yang terletak di permukaan atau di organ dalam tubuh. Prosedur ini menggunakan cairan khusus yang dapat membekukan dan membunuh sel tumor.

Apa Contoh Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Krioterapi?

Retinoblasma, karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, kanker prostat, actinic keratosis, dan tumor pada tulang.

Adakah kondisi yang Membuat Saya Tidak Dapat Melakukan Krioterapi?

Ada, apabila Anda memiliki riwayat:

  • Alergi terhadap dingin.
  • Penyakit Raynaud.
  • Cryoglobulinemia.

Apa yang Perlu Dipersiapkan sebelum Krioterapi?

Untuk penanganan tumor organ dalam, Anda dianjurkan berpuasa 12 jam sebelum prosedur dilakukan. Selain itu, beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat bius, atau sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.

Bagaimana Proses Krioterapi Dilakukan?

  • Untuk penanganan tumor pada permukaan tubuh, prosedur dilakukan dengan menyemprotkan atau menyeka tumor menggunakan cairan khusus.
  • Untuk penanganan tumor di organ dalam, Anda terlebih dahulu akan diberikan obat bius. Setelah itu, dokter akan membuat lubang atau sayatan yang akan dijadikan jalur masuk alat khusus (cryoprobe), yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan khusus ke sel tumor.

Berapa Lama Krioterapi Berlangsung?

Proses krioterapi dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung lokasi dan ukuran tumor.

Apa yang Harus dan Tidak Boleh Saya Lakukan setelah Operasi?

Jika Anda adalah pasien dengan tumor pada organ dalam, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan rawat inap setelahnya. Sedangkan jika Anda adalah pasien dengan tumor pada permukaan tubuh, umumnya akan diperbolehkan pulang setelah prosedur selesai.

Pasien dianjurkan untuk:

  • Menjaga kebersihan luka.
  • Memakai perban dan diganti secara rutin.
  • Mengonsumsi obat yang diberikan.

Apa Risiko Dilakukannya Krioterapi?

Risiko efek samping krioterapi lebih kecil jika dibandingkan dengan perawatan kanker lainnya, dan dapat berbeda pada tiap orang, tergantung lokasi serta ukuran tumor yang ditangani. Beberapa efek samping krioterapi yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Rusaknya jaringan organ atau sel yang sehat.
  • Infeksi pada bekas luka.
  • Disfungsi seksual.
  • Nyeri.
  • Kulit melepuh.
  • Bisul.
  • Perdarahan.
  • Alopecia
  • Hipopigmentasi 

Metastasis: Penyebaran Sel Kanker yang Sulit Dikendalikan - PubMed



Metastasis: Penyebaran Sel Kanker yang Sulit Dikendalikan

Istilah metastasis mungkin terdengar asing di telinga Anda. Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan tubuh ke organ atau jaringan tubuh lainnya. Kondisi ini dapat terjadi di mana saja, baik di daerah tempat kanker berasal atau jauh dari tempat awal munculnya kanker.

Istilah metastasis memiliki arti bahwa kanker telah menyebar ke luar organ atau jaringan dari tempat kanker pertama kali muncul. Sel kanker tersebut biasanya menyebar melalui darah atau kelenjar getah bening.

Penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain dipengaruhi oleh banyak hal, seperti jenis kanker, tingkat keparahan atau stadium kanker, dan lokasi kanker berasal. Langkah pengobatannya pun tergantung pada jenis kanker dan lokasi penyebarannya.

Tahapan Penyebaran Kanker

Perlu Anda ketahui bahwa sel kanker dapat menyebar secara lokal dengan berpindah ke jaringan sehat terdekat. Kanker juga dapat menyebar secara regional, yaitu ke kelenjar getah bening, jaringan, atau organ di sekitarnya. Untuk beberapa kondisi, kanker bahkan dapat menyebar ke bagian tubuh yang jauh.

Penyebaran sel kanker terjadi dalam beberapa tahap, yaitu:

  • Tumbuh ke dalam atau menyerang jaringan sehat di sekitarnya.
  • Bergerak melewati dinding kelenjar getah bening terdekat atau pembuluh darah.
  • Bergerak menuju sistem aliran getah bening dan darah ke bagian tubuh lain, kemudian berhenti di pembuluh darah kecil, tempat yang jauh dari lokasi awal munculnya kanker.
  • Kanker akan menyerang dan menembus dinding pembuluh darah, lalu bergerak ke jaringan sekitarnya dan membentuk tumor baru.
  • Kanker yang sudah menyebar akan membentuk pembuluh darah baru guna menciptakan suplai darah sehingga sel dan jaringan kanker bisa terus tumbuh.

Kanker dapat menyebar ke bagian tubuh mana saja tergantung dari lokasi awal tumor itu berasal. Namun, beberapa tempat yang biasanya mengalami metastasis adalah tulang, liver atau hati, paru-paru, otak, peritoneum atau rongga perut, kelenjar adrenal, dan vagina.

Kanker yang telah menyebar atau mengalami metastasis akan menjadi kanker metastatik. Kanker metastatik tidak selalu menimbulkan gejala. Bila gejala muncul, jenis dan frekuensinya akan tergantung pada ukuran dan lokasi penyebaran tumor tersebut. Beberapa tanda dan gejala umum dari kanker metastatik adalah sebagai berikut:

  • Sakit dan patah tulang saat kanker telah menyerang tulang
  • Sakit kepala, kejang, atau pusing saat kanker sudah menyebar ke otak
  • Sesak napas dan batuk berdarah saat kanker sudah menyerang paru-paru
  • Penyakit kuning atau bengkak di perut saat kanker telah menyebar ke hati

Jika Anda memiliki kanker, hal yang harus diperhatikan adalah stadium kanker yang Anda derita. Stadium kanker mengacu pada tingkat keparahan kanker Anda, seperti seberapa besar ukuran tumor atau kanker dan apakah sel kanker sudah menyebar atau belum.

Mengetahui stadium kanker Anda dapat membantu dokter untuk memahami seberapa parah kanker yang Anda derita dan merencanakan perawatan terbaik untuk Anda.

Biasanya, dokter menggunakan sistem TNM untuk mengetahui stadium pada kanker Anda. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • T mengacu pada ukuran dan luas tumor utama. Tumor utama tersebut biasanya disebut tumor primer.
  • N mengacu pada jumlah kelenjar getah bening di dekatnya yang memiliki sel kanker.
  • M mengacu pada apakah kanker telah bermetastasis atau belum. Jika sudah, kanker tersebut telah menyebar dari tumor primer ke bagian tubuh lainnya. Pada keadaan ini, kanker sudah dikatakan masuk dalam stadium 4.

Kanker yang Menyebar Sulit Diobati

Begitu kanker sudah menyebar atau mengalami metastasis, kondisi ini akan sulit untuk diobati. Kendati beberapa jenis kanker metastatik dapat disembuhkan dengan beberapa pengobatan yang ada saat ini, namun kebanyakan tidak bisa disembuhkan.

Pengobatan tersebut bertujuan untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan kanker, meredakan gejala yang muncul, dan memperpanjang usia hidup pasien.

Pengobatan bergantung pada jenis kanker primer Anda, lokasi penyebaran, perawatan yang pernah Anda lakukan sebelumnya, dan bagaimana kondisi kesehatan Anda saat ini. Jenis perawatan dan pengobatannya meliputi kemoterapi dan terapi lain, seperti terapi radiasi, prosedur pembedahan, dan ablasi.

Karena penyakit kanker dan metastasis adalah penyakit yang berbahaya, sudah sepatutnya penyakit ini dicegah. Untuk mencegah terjadinya kanker dan metastasis, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mempertahankan berat badan ideal dengan menjalani pola makan sehat dan rutin olahraga
  • Melindungi diri dari pajanan sinar matahari
  • Mendapatkan imunisasi
  • Menghindari perilaku yang berisiko menimbulkan penyakit, seperti melakukan seks bebas atau berbagi jarum suntik

Penting untuk Anda ketahui, bahwa semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatannya. Peluang harapan hidup juga lebih tinggi dibandingkan jika metastasis kanker telah terjadi atau kanker telah mencapai stadium akhir.

Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke dokter dan menjalani sejumlah pemeriksaan untuk mendeteksi kanker sejak dini.


7 Obat Stres yang Bisa Dicoba - PubMed



7 Obat Stres yang Bisa Dicoba

Ada beragam cara untuk mengobati stres, mulai dari yang sederhana hingga dengan obat-obatan medis. Stres bisa dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental maupun fisik. Agar hal tersebut tidak terjadi, cobalah beragam obat stres berikut ini.

Pada dasarnya, tidak semua stres berdampak buruk. Sebab ada juga stres yang bisa menjadi pemicu untuk kembali semangat dalam bekerja, misalnya ketika ditugaskan menangani sebuah proyek di kantor. Ini tergolong ke dalam stres yang baik dan biasanya hanya bersifat sementara.

Sedangkan stres yang tergolong buruk biasanya bersifat jangka panjang yang bisa berujung pada depresi. Faktor pemicu stres jangka panjang ini antara lain bullying, masalah dalam hubungan antar pribadi atau keluarga, kesulitan belajar, masalah dalam pekerjaan, hingga kematian orang terdekat.

Pilihan Obat Stres yang Patut Dicoba

Untuk mengatasi stres, Anda bisa melakukan beberapa cara sederhana terlebih dahulu, seperti melakukan teknik pernapasan tertentu atau melepas tawa dengan orang terdekat. Jika stres masih belum bisa teratasi atau makin parah, terapi atau pengobatan medis perlu Anda pertimbangkan.

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat stres yang dapat Anda coba:

1. Tertawa

Tertawa telah dikenal sebagai obat stres terbaik yang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan tertawa, Anda secara tidak langsung melancarkan sirkulasi darah, merilekskan otot-otot, menurunkan stres, dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jika kamu merasa stres, kamu bisa mencari hiburan yang bisa membuatmu tertawa, seperti menonton komedi atau sekadar berkumpul dengan teman-teman.

2. Teknik pernapasan

Saat stres, kamu bisa mengalami pusing, jantung berdebar-debar, sesak napas, bahkan peningkatan tekanan darah. Dengan melakukan teknik pernapasan terbukti bisa mengaktifkan sistem syaraf yang berperan dalam “menenangkan” tubuh dan mengurangi keluhan-keluhan tadi.

Selain itu, teknik pernapasan juga bisa mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal buruk yang bisa memicu munculnya stres.

3. Tidur yang cukup

Obat stres lain yang patut Anda pertimbangkan adalah tidur yang cukup. Tidur dapat membantu Anda memperbaiki suasana hati, meningkatkan energi, dan juga menyegarkan tubuh. Bahkan dengan cukup tidur saat stres juga bisa mencegah penurunan berat badan yang diakibatkannya. Buatlah suasana kamar atau tempat tidur senyaman mungkin dan tentukan waktu tidur yang sama setiap harinya.

4. Olahraga

Selain tidur yang cukup, olahraga juga terbukti bisa menurunkan produksi hormon stres di dalam darah tubuh. Bukan hanya itu, rutin berolahraga juga bisa memperbaiki suasana hati, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan kebugaran tubuh.

5. Konsumsi suplemen kesehatan alami

Suplemen herbal, misalnya dari tanaman ashwagandha, diakui khasiatnya untuk meredakan stres dan cemas. Obat herbal satu ini bekerja dengan menurunkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang dihasilkan tubuh ketika cemas dan stres.

Untuk mendapatkan manfaat suplemen sebagai obat stres, Anda perlu mengonsumsinya sesuai petunjuk yang ada pada label kemasan atau berkonsultasi dengan dokter, terlebih bila Anda sedang mengonsumsi obat medis tertentu.

6. Psikoterapi

Bila cara sederhana di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi stres, Anda bisa memilih metode psikoterapi. Beberapa jenis psikoterapi yang bisa Anda pilih untuk mengobati stres, meliputi konseling, terapi perilaku kognitif, atau ekoterapi.

Psikoterapi secara sederhana adalah curhat dengan psikolog. Nantinya, psikolog akan memberikan saran atau pendapat atas hal-hal yang Anda kemukakan dengan tujuan membentuk pola pikir serta sikap Anda dalam menanggapi stres atau beradaptasi terhadap keadaan yang menyebabkan Anda stres.

7. Obat-obatan medis

Pada kondisi stres berat yang sudah menimbulkan gangguan mental dan fisik, diperlukan obat-obatan untuk mengendalikannya. Obat-obatan yang bisa dipakai sebagai obat stres, misalnya fluoxetine, alprazolam, sertraline, atau lorazepam.

Namun, obat-obatan tersebut tidak boleh digunakan secara sembarangan dan penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter. Anda juga harus menjalani pemeriksaan dan wawancara dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut.

Yang perlu diingat, stres adalah bagian dari hidup dan pasti akan dialami semua orang. Namun, kita bisa mengendalikan bagaimana tubuh dan mental kita dalam menghadapinya. Jika bisa dihadapi dengan positif, stres justru bisa jadi pemicu untuk Anda semakin berkembang dan menjadi lebih baik.

Namun, tidak sedikit pula stres yang bisa sampai mengganggu keseharian dan menghambat Anda untuk berkembang menjadi lebih baik. Pada kondisi ini, Anda mungkin memerlukan obat stres dari dokter. Jadi, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, ya.


Antibiotik - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping - PubMed



Antibiotik - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi atau mencegah infeksi bakteri. Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus, seperti flu. Perlu diingat, antibiotik hanya boleh dikonsumsi atas anjuran dari dokter.

Antibiotik bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan atau membunuh sel bakteri sehingga infeksi bakteri bisa teratasi. Meski sangat bermanfaat, antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik.

Antibiotik

Selain untuk mengatasi infeksi bakteri, antibiotik juga bisa diberikan untuk mencegah infeksi bakteri atau profilaksis. Antibiotik profilaksis hanya diberikan pada kondisi tertentu, misalnya luka terbuka yang parah, pasien dengan daya tahan tubuh yang sangat lemah, atau sebelum operasi.

Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Antibiotik

Antibiotik hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter. Berikut ini adalah penjelasan dan pembagian jenis antibiotik:

1. Penisilin

Penisilin dapat digunakan untuk mengobati abses gigi, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, gonore, infeksi saluran pernapasan, atau infeksi saluran kemih. Beberapa contoh obat yang termasuk dalam golongan penisilin adalah:

Amoxicillin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, sirup kering, kapsul, dan suntik
Merek dagang: Amobiotic, Amoxicillin Trihydrate, Amoxsan, Betamox, Erlamoxy, Etamox, Holimox, Hufanoxil, Omemox, Pehamoxil, Pritamox, Supramox, Topcillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat amoxicillin.

Ampicillin

Bentuk obat: Kaplet, kapsul, sirup kering, suspensi kering, dan suntik
Merek dagang: Ambiopi, Ampicillin, Ampicillin Trihydrate, Binotal, Phapin, Sanpicillin, Viccillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ampicillin.

Oxacillin

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Meixam

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat oxacillin.

Penicillin G

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Benzathine Benzylpenicillin, Procaine Benzyl Penicillin, Procaine Penicillin G Meiji

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat penicillin G.

Penicillin VK

Bentuk obat: Tablet
Merek dagang: Phenoxymethyl Penicillin Potassium, Phenoxymethyl Penicillin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat penicillin VK.

2. Sefalosporin

Beberapa kondisi yang dapat diobati menggunakan sefalosporin adalah infeksi tulang, otitis media, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi saluran kemih. Contoh obat yang termasuk dalam golongan sefalosporin adalah:

Cefaclor

Bentuk obat: Kapsul, sirup kering, kaptab
Merek dagang: Forifex, Forifex 500, Forifex Forte, Capabiotic 500

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefaclor.

Cefadroxil

Bentuk obat: Kapsul dan sirup kering
Merek dagang: Alxil, Ancefa DS, Ancefa FDS, Bidicef, Cefadroxil Monohydrate, Cefat, Gencef 250, Lostacef, Quafaxil

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefadroxil.

Cefdinir

Bentuk obat: Kapsul
Merek dagang: Nircef

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefdinir.

Cefprozil

Bentuk obat: Kaplet
Merek dagang: Lizor

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefprozil.

Cefepime

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Cefepime HCL Monohydrate, Daryacef, Exepime, Fourcef, Interpim, Locepime, Maxicef, Procepim, Zepe

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefepime.

Cefotaxime

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Cefotaxime Sodium, Cepofion, Fobet, Goforan, Kalfoxim, Procefa, Simexim, Siclaxim 0,5, Tirdicef,

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefotaxim.

Ceftaroline

Bentuk obat: Serbuk infus
Merek dagang: Zinforo

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ceftaroline.

Ceftazidime

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Biozim, Ceftazidime, Celodim, Extimon, Forta, Pharodime, Thidim, Zibac, Zavicefta

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ceftazidime.

Cefuroxime

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan suntik
Merek dagang: Anbacim, Celocid, Cefuroxime Axetil, Cefuroxime Sodium, Oxtercid, Situroxime, Sharox, Zinnat

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefuroxime.

Ceftriaxone

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Cephaflox, Ceftriaxone Sodium, Ceftrimax, Ecotrixon, Infibiotic, Solafexone, Quacefon

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ceftriaxone.

Cephalexin

Bentuk obat: Kapsul dan sirup kering
Merek dagang: Cefabiotic, Cefalexin Monohydrate, Lexipron, Madlexin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cephalexin.

Cefazolin

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Cefazol, Cefazolin Sodium

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefazolin.

Cefixime

Bentuk obat: Tablet, kapsul, kaplet, dan sirop kering
Merek dagang: Anfix, Cefacef, Cefarox, Cefixstar, Cefspan, Cerafix, Fixam, Fixatic, Helixim, Lanfix, Inbacef, Nixaven, Oracef, Profim, Simcef, Starcef, Tocef, Ximecef, Yafix

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefixime.

Cefoperazone

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Biorazon, Cefoperazone, Cepraz, Cerozon, Ferzobat, Logafox, Sulbacef, Sulpefion, Stabixin-1

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefoperazone.

Cefditoren

Bentuk obat: Kaplet, tablet, granula
Merek dagang: Cefditoren pivoxil, Meiact, Tafoxil

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat cefditoren

3. Aminoglikosida

Aminoglikosida adalah jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi amebiasis, bakteremia, infeksi tulang, brucellosis, kriptosporidiosis, fibrosis kistik, diare, meningitis, tuberkulosis, atau infeksi ginjal. Antibiotik ini juga berguna untuk mencegah endokarditis bakterial.

Berikut adalah obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antibiotik aminoglikosida:

Paromomycin

Bentuk obat: Tablet dan sirop
Merek dagang: Gabbryl

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat paromomycin.

Amikacin

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Amikacin Sulfate, Amiosin, Mikaject, Glybotic, Verdix

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat amikacin.

Gentamicin

Bentuk obat: Suntik, tetes mata, krim, dan salep
Merek dagang: Diprosta, Dermabiotik, Erladerm-G, Gentalex, Genta, Gentason B, Gentamicin Sulfate, Inagen, Konigen, Synalten, Salgen, Sagestam, Skilone, Salticin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat gentamicin.

Tobramycin

Bentuk obat: Tetes mata, salep mata
Merek dagang: Bralifex, Bralifex Plus, Bratocine, Tobro, Tobroson, Tobramycin,

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tobramycin.

Kanamycin

Bentuk obat: Kapsul dan suntik
Merek dagang: Kanamycin Capsules, Kanamycin Meiji, Kanamycin Sulfate

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat kanamycin.

Neomycin

Bentuk obat: Tetes mata, tetes telinga, salep mata, salep, krim, dan tablet isap
Merek dagang: Alletrol Compositum Forte, Cendo Polynef, Cendo Xitrol, Cendo Statrol, Corthon, Dermacure, Enbatic, FG Troches Meiji, Gencinol-N, Prodermis, Polidemisin, Scanderma Plus, Ximex Optixitrol,

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat neomycin

4. Tetrasiklin

Tetrasiklin digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, di antaranya anthrax, periodontitis, infeksi pada mata, dan jerawat atau rosacea yang parah. Tetrasiklin jenis tertentu tidak dapat digunakan pada anak usia di bawah 8 tahun. Contoh tetrasiklin adalah:

Demeclocycline

Bentuk obat: Tablet dan kapsul
Merek dagang: -

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat demeclocycline.

Doxycycline

Bentuk obat: kapsul
Merek dagang: Dohixat, Doxicor, Doxycycline hyclate, Dumoxin, Interdoxin, Pushrob, Siclidon, Viadoxin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat doxycycline.

Minocycline

Bentuk obat: Kapsul dan ointment for dental
Merek dagang: Nomika, Periocline

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat minocycline.

Oxytetracycline

Bentuk obat: Salep, salep mata
Merek dagang: Oxytetracycline, Oxybiotic, Sancortmycin, Terra – Cortril, Terramycin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat oxytetracycline.

Tetracycline HCl

Bentuk obat: Kapsul dan salep
Merek dagang: Bufatetra, Kokotra, Katitra, Novabiotic, Oxytertracycline, Terikortin, Tetracycline HCl, Tetracycline Hydrochloride, Super Tetra, Samtetra, Sancortmycin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tetracycline.

Tigecycline

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Tygacil

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat tigecycline.

5. Makrolid

Antibiotik makrolid digunakan untuk mengobati infeksi telinga, pneumonia, radang panggul, jerawat (acne vulgaris), sinusitis, pertussis, atau infeksi bakteri pada organ kelamin. Berikut adalah jenis antibiotik makrolid:

Azithromycin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, kapsul, sirup kering, dan suntik.
Merek dagang: Azomep, Aztrin, Azivol, Azithromycin, Azithromycin Dihydrate, Ezitro, Iztron, Numycin, Trosol, Zibramax, Zitromed, Zithrolas, Zitrolin,

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat azithromycin.

Clarithromycin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan sirup kering
Merek dagang: Abbotic, Abbotic CL, Bicrolid 250, Bicrolid 500, Comtro, Clapharma, Clavics, Clarolid, Clarithromycin, Hecobac 500, Orixal

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clarithromycin.

Erythromycin

Bentuk obat: Kaplet, kapsul, sirup kering, cairan obat luar, krim, dan gel
Merek dagang: Corsatrocin, Dothrocyn, Duramycin, Eryra, Erymed, Erythromycin, Erysanbe, Trovilon, Phylocin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat erythromycin.

6. Quinolone

Quinolone digunakan untuk mengatasi anthrax, penyakit pes, infeksi saluran kemih yang berat atau berulang, pneumonia, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi ginjal, prostatitis, penyakit radang panggul, atau infeksi tulang dan sendi. Contoh quinolone adalah:

Ciprofloxacin

Ciprofloxacin infus dan tablet
Merek dagang: Bimaflox, Civell MR, Ciproxin XR, Ciprobiotic, Ciprofloxacin Hydrochloride, Ciprofloxacin Lactate, Etaflox, Floxigra, Girabloc, Licoprox, Samquinor, Wiaflox, Simflox, Zeniflox

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ciprofloxacin.

Ciprofloxacin tetes mata
Merek dagang: Baquinor, Interflox, Ulcori, Ximex Cylowam

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ciprofloxacin tetes mata.

Ciprofloxacin tetes telinga
Merek dagang: Duoxal

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ciprofloxacin tetes telinga.

Levofloxacin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, infus, dan tetes mata
Merek dagang: Cendo LFX, Cravit, Farlev, Ikaquix, Levofloxacin, Levofloxacin hemihydrate, Levovid, Levocin 500, LQ 750, Levin, Lekuicin, Nislev, Prolecin, Simlev, Zinilev

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat levofloxacin.

Moxifloxacin

Bentuk obat: Tablet, kaplet, infus, dan tetes mata
Merek dagang: Avelox, Cyfloxan, Floxaris, Garena, Infimox, Kabimox, MXN, Molcin, Moxivid, Moxibat, Moxifloxacin Hydrochloride, Respira, Vigamox, Zigat

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat moxifloxacin.

Norfloxacin

Bentuk obat: Kaplet salut selaput
Merek dagang: -

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat norfloxacin.

Ofloxacin

Ofloxacin tablet dan suntik
Merek dagang: Akilen, Erflox, Flotavid, Forotic, Grafloxacin, Ofloxacin, Rilox, Tarivid, Ximex Koniflox, Zelavel

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ofloxacin.

Ofloxacin tetes mata
Merek dagang: Akilen, Erflox, Floxa, Interflox, Ofloxacin, Tarivid, Ximex Koniflox

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ofloxacin tetes mata.

Ofloxacin tetes telinga
Merek dagang: Akilen, Erflox, Forotic, Ofloxacin, Tarivid, Zelavel

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ofloxacin tetes telinga.

7. Sulfa atau Sulfonamida

Antibiotik golongan sulfa bisa digunakan untuk menangani infeksi saluran kemih, bronkitis, meningitis bakterial, pneumonia, serta infeksi mata atau telinga. Berikut adalah jenis antibiotik sulfonamida:

Sulfamethoxazole

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan sirup
Merek dagang: Bactoprim Combi, Cotrimoxazole, Erphatrim Forte, Fatibact, Infatrim, Miratrim, Moxalas, Mesaprim, Novatrim, Primavon, Ratrim Forte, Sanprima, Zultrop, Zultrop Forte

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat sulfamethoxazole.

Sulfadiazine

Bentuk obat: Krim, tablet
Merek dagang: Burnazin, Sulfadiazine, Sulfadiazine Silver

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat sulfadiazine.

Sulfacetamide

Bentuk obat: Tetes mata
Merek dagang: Albuvit, Albucetine, Cendo Cetapred, sulfacetamide

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat sulfacetamide.

Cotrimoxazole

Bentuk obat: Tablet, kaplet, dan suspensi
Merek dagang: Cotrimoxazole, Cotrimaxazole Forte

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat kotrimoksazol.

8. Lincosamide

Antibiotik golongan lincosamide digunakan untuk mengobati dan mencegah beberapa kondisi akibat infeksi bakteri, di antaranya infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi tulang dan sendi, peritonitis, dan infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis). Contoh lincomycin adalah:

Clindamycin

Bentuk obat: Kapsul, krim, gel, dan cairan obat luar
Merek dagang: Albiotin, Clindamycin Hydrochloride, Clindion, Clinbercin, Clanicin, Clindamycin, Clidacor, Clynoret, Ficodan 300, Lando 300, Medi-klin, Probiotin 300, Treclin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clindamycin.

Lincomycin

Bentuk obat: Sirup dan kapsul
Merek dagang: Biolincom, Incocyn, Linchopar, Lincocin, Lincor, Lincomycin HCL, Nolipo, Tamcocin, Tismamisin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat lincomycin.

9. Glicopeptide

Glicopeptide adalah jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh bakteri Clostridium difficile, infeksi kulit, endokarditis, dan enterokolitis. Contoh obat yang termasuk dalam golongan glicopeptide adalah:

Vancomycin

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Vancodex, Vancomycin Hydrochloride, Vancep

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat vancomycin.

10. Carbapenem

Obat antibiotik golongan carbapenem bisa digunakan untuk menangani berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti pneumonia, infeksi tulang, dan infeksi ginjal. Antibiotik carbapenem biasanya digunakan ketika antibiotik lain sudah tidak ampuh menangani infeksi.

Contoh obat yang termasuk dalam golongan carbapenem adalah:

Meropenem

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Caprenem 1, Lanmer, Meropex, Merosan, Meropenem Trihydrate, Ronem 1, Simpenem, Quamer

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat meropenem.

Ertapenem

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Invanz

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat ertapenem.

Imipenem-Cilastatin

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Fiocilas, Imiclast, Imipex, Imitatin, Pelascap, Pelastin, Tienam, Timipen, Xerxes IV

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat imipenem-cilastatin.

Doripenem

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Dorbaz, DRM, Doripenem Monohydrate, Novedor, Tironem

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat doripenem.

Biapenem

Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: -

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat biapenem

Clioquinol

Bentuk obat: Krim
Merek dagang: Visancort

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clioquinol

11. Amphenicol

Antibiotik golongan amphenicol dapat digunakan untuk berbagai infeksi bakteri, termasuk infeksi pada saluran pencernaan. Contoh antibiotik amphenicol adalah:

Chloramphenicol

Bentuk obat: Kapsul, suspensi, dan suntik
Merek dagang: Bufacetine, Colsancetine, Chlorexol, Chloramphenicol, Denicol, Erbacetine, Erlamycetin, Hufamycetin, Kalmicetine, Microtina,

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat chloramphenicol.

Thiamphenicol

Bentuk obat: Kapsul, kaplet, sirop kering
Merek dagang: Arthophenicol 500, Biothicol, Biothicol Forte, Dionicol, Erlamycetin, Genicol-500, Mesacol, Nikolam, Tialico, Tiamphenicol

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat thiamphenicol.

Peringatan Sebelum Menggunakan Antibiotik

Antibiotik tidak boleh dikonsumsi tanpa anjuran dari dokter. Ikuti aturan pakai dari dokter jika Anda diresepkan antibiotik. Sebelum menggunakan obat ini, Anda juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter tentang semua riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter tentang riwayat masalah kesehatan yang Anda miliki, terutama penyakit kronis, misalnya penyakit ginjal atau penyakit liver.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu sebelum menggunakan antibiotik, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan pil KB untuk mencegah kehamilan, karena beberapa antibiotik dapat menurunkan efektivitas pil KB.
  • Jangan melakukan vaksinasi dengan vaksin bakteri hidup, seperti vaksin tifoid atau BCG, bila Anda sedang menggunakan antibiotik.
  • Jangan menghentikan pengobatan dengan antibiotik sebelum waktu yang ditentukan dokter meski gejala Anda sudah membaik atau bahkan hilang.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan antibiotik, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan antibiotik.

Efek Samping dan Bahaya Antibiotik

Efek samping dari antibiotik sangat bervariasi, tergantung pada jenis dan dosis obat, juga pada respons tubuh pasien terhadap obat. Namun, beberapa efek samping umum yang mungkin terjadi setelah menggunakan antibiotik adalah sebagai berikut:

  • Kantuk
  • Pusing hingga terasa ingin pingsan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Perut kembung atau gangguan pencernaan
  • Sakit perut
  • Hilang nafsu makan
  • Kandidiasis pada kelamin, khususnya pada wanita.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping yang Anda alami tidak kunjung mereda atau memberat.

Selain itu, ada efek samping yang lebih serius akibat penggunaan antibiotik, yaitu:

  • Infeksi Clostridium difficile, yang bisa ditandai dengan diare berat, kram perut, dan darah atau lendir pada tinja
  • Reaksi alergi obat, yang bisa ditandai dengan sulit bernapas, atau bengkak di bibir maupun kelopak mata, setelah menggunakan antibiotik

Segera ke dokter atau IGD jika Anda mengalami efek samping di atas setelah mengonsumsi antibiotik.


Dokter Psikiater - Buat Janji Mudah dan Cepat | PubMed



Dokter Psikiater - Buat Janji Mudah dan Cepat

Apa Itu Psikiater?

Psikiater adalah seorang dokter spesialis yang mendalami ilmu kesehatan jiwa dan perilaku (psikiatri). Psikiatri sendiri adalah cabang keilmuan medis yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku. Psikiater memiliki kemampuan untuk mendiagnosis dan menangani gangguan mental pada pasien.

Beberapa psikiater mengambil pelatihan spesialisasi tambahan setelah menyelesaikan pelatihan sebagai psikiater. Sehingga, seorang psikiater dapat menangani suatu masalah psikologis berdasarkan sertifikasi tambahan seperti psikiatri forensik, psikiatri kecanduan (adiksi), psikiatri anak dan remaja, psikiatri geriatri, dan psikiatri psikosomatis.

Apa Saja Penyakit yang Ditangani oleh Psikiater?

Berbagai kondisi dan penyakit yang ditangani oleh psikiater adalah gangguan kecemasan, gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan obat, alkohol dan narkoba, gangguan tidur, kelainan seksual dan disfungsi seksual, gangguan makan, gangguan emosional dan perilaku pada anak-anak atau remaja, gangguan kepribadian, fobia, gangguan obsesif kompulsif ( OCD ), psikosis, gangguan suasana hati.

Apa Saja Tindakan yang Dilakukan Psikiater?

Tindakan yang dapat dilakukan oleh psikiater adalah melakukan pemeriksaan medis kejiwaan, tes psikologis (psikotes), tes penunjang seperti tes laboratorium, psikoterapi, meresepkan obat-obatan, melakukan intervensi psikososial dan perawatan hipnoterapi, terapi stimulasi otak, dan mengevaluasi kondisi pasien setelah mendapat perawatan.

Berapa Biaya Konsultasi Psikiater?

Biaya untuk melakukan konsultasi dengan psikiater umumnya bervariasi, tergantung dengan rumah sakit tempat praktik. Biaya konsultasi dengan psikiater sekitar Rp. 150.000,- hingga Rp. 450.000,-. Akan tetapi, Anda dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih karena mungkin ada biaya tambahan yang diperlukan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Psikiater?

Saat Anda mengalami gangguan fisik, psikis, atau menderita penyakit yang disebabkan oleh masalah psikologis. Anda perlu memeriksakan diri ke psikiater apabila mengalami gangguan kecemasan, sulit tidur, serangan panik, tidak dapat berdiam diri, merasa sedih atau hampa yang berkepanjangan tanpa alasan, kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, merasa tidak berdaya, memiliki keinginan bunuh diri, mengalami halusinasi, dan sedang atau pernah menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum ke Psikiater?

Catatlah penyebab yang memicu dan meringankan gejala penyakit mental Anda, serta durasi penyakit itu terjadi. Cari tahu mengenai riwayat penyakit keluarga dan buat catatan tentang masalah atau peristiwa traumatis yang pernah Anda alami. Bila Anda pernah berkonsultasi ke psikolog ataupun psikiater lain dan sudah melakukan tes psikologi, bawalah hasil konsultasi dan tes tersebut.


Rambut Rontok - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan - PubMed



Rambut Rontok - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Rambut rontok adalah lepasnya rambut secara berlebihan. Kondisi ini dapat mengakibatkan penipisan rambut atau kebotakan, baik sementara maupun permanen. Rambut rontok juga bisa terjadi sedikit demi sedikit atau banyak secara tiba-tiba.

Jumlah rambut normal adalah sekitar 100.000 helai, dan akan lepas atau rontok sekitar 50–100 helai setiap harinya. Hal ini merupakan kondisi yang normal, karena rambut yang rontok akan digantikan dengan rambut baru.

Rambut Rontok - PubMed

Pertumbuhan rambut normal dapat dibagi ke dalam 3 fase, yaitu fase anagen, fase katagen, dan fase telogen. Pada fase anagen atau fase pertumbuhan, rambut akan tumbuh dan bertahan selama 2–8 tahun.

Selama 2–3 minggu, rambut akan memasuki fase katagen atau fase transisi. Pada fase ini, rambut tidak tumbuh secara aktif. Setelah itu, rambut akan memasuki fase telogen atau fase istirahat. Pada fase ini, rambut akan mengalami kerontokan dan akan diganti dengan rambut baru 2–3 bulan setelahnya.

Jika fase pertumbuhan rambut ini terganggu, rambut akan rontok hingga bisa berujung pada kebotakan. Selain itu, jika rambut yang memasuki fase telogen lebih banyak dari normal, rambut juga bisa rontok secara berlebihan. Kondisi ini disebut sebagai telogen effluvium.

Meskipun rambut rontok lebih sering dialami remaja dan orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalaminya.

Penyebab Rambut Rontok

Banyak faktor yang dapat menyebabkan siklus pertumbuhan rambut terganggu, hingga berakibat pada rambut rontok. Rambut rontok yang terjadi secara tiba-tiba dapat terjadi akibat berbagai faktor, yaitu:

  • Penyakit autoimun, misalnya pada alopecia areata
  • Efek samping kemoterapi
  • Perubahan hormon, misalnya saat persalinan atau karena polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Efek samping obat-obatan, seperti obat penekan sistem imun (imunosupresan), obat asam urat, dan obat tekanan darah tinggi.

Sementara itu, rambut rontok yang terjadi secara bertahap paling sering disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Selain itu, pola makan yang tidak sehat, seperti kurang protein dan zat besi, juga dapat mengurangi kesuburan akar rambut, sehingga menimbulkan kerontokan.

Gejala Rambut Rontok

Gejala rambut rontok tergantung pada penyebabnya. Gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba atau bertahap. Beberapa gejala tersebut adalah:

  • Penipisan rambut di puncak kepala (ubun-ubun)
  • Pitak
  • Penipisan rambut yang merata di kepala
  • Rambut rontok di seluruh tubuh

Diagnosis Rambut Rontok

Diagnosis rambut rontok diawali dengan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien, serta riwayat penyakit pasien dan keluarganya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada rambut dan kulit kepala.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menarik lembut rambut pasien untuk melihat seberapa banyak rambut yang rontok. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah, untuk mendeteksi kondisi yang menyebabkan rambut rontok
  • Biopsi kulit kepala, untuk mendeteksi apakah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan rambut rontok

Pengobatan Rambut Rontok

Penanganan rambut rontok tergantung pada penyebabnya. Pada rambut rontok yang terjadi akibat perubahan hormon saat persalinan, lebatnya rambut akan kembali normal dalam kurun waktu 6−9 bulan pascamelahirkan.

Pada rambut rontok yang terkait dengan stres, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani konseling dan psikoterapi. Sementara jika rambut rontok terjadi akibat status gizi yang kurang baik, maka dokter akan memberikan saran tambahan asupan gizi dan multivitamin.

Penanganan medis lain dapat dilakukan saat seseorang mulai merasa penampilannya terganggu akibat rambut rontok. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rambut rontok adalah:

  • Pemberian obat oles kulit kepala yang mengandung minoxidil
  • Pemberian obat minum yang mengandung finasteride atau spironolactone
  • Penggunaan sampo khusus rambut rontok
  • Cangkok atau transplantasi rambut, untuk mengatasi kebotakan akibat rambut rontok

Komplikasi Rambut Rontok

Rambut rontok yang tidak ditangani dapat mengganggu penderitanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Penipisan rambut dan adanya pitak yang disebabkan kerontokan rambut dapat terlihat orang lain sehingga membuat penderitanya merasa malu.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, penderitanya dapat mengalami komplikasi berupa penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan, hingga depresi.

Pencegahan Rambut Rontok

Kerontokan rambut tidak selalu dapat dicegah, terutama yang terkait dengan faktor keturunan. Akan tetapi, pencegahan rambut rontok bisa dimulai dari perawatan rambut dengan rangkaian sampo yang mengandung krim Argan dan esens alpukat yang membantu menguatkan dan menjaga rambut tetap sehat.

Selain perawatan rambut, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan rambut agar tercegah dari kerontokan:

  • Jangan sering mewarnai rambut.
  • Lindungi rambut dari paparan sinar matahari secara langsung dengan memakai topi dan payung ketika cuaca terik.
  • Sisir rambut dengan benar.
  • Pilih produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut.

Petrolatum - Manfaat, dosis dan efek samping - PubMed



Petrolatum - Manfaat, dosis dan efek samping

Petrolatum atau petroleum jelly adalah pelembab untuk mencegah atau mengatasi kulit kering, kasar, pecah-pecah, atau gatal. Pelembab ini juga sering digunakan untuk meredakan iritasi kulit ringan akibat ruam popok atau prosedur radioterapi.  

Petrolatum bekerja dengan cara membuat lapisan minyak di kulit. Cara kerja ini akan  mencegah penguapan air dari permukaan kulit, sekaligus memberikan efek perlindungan pada kulit. Pelembab ini bisa ditemukan dalam berbagai produk kulit dan kecantikan.

petrolatum

Merek dagang petrolatum: Cetaphil Moisturizer, Multifunction Petroleum Balm, Petroleum Jelly, Petroleum Jelly Body Care, Petroleum Jelly Perfumed, Ultra Gentle Body Wash, Vaseline

Apa Itu Petrolatum

Golongan Obat bebas
Kategori Pelembab kulit (emolien)
Manfaat Melembabkan kulit dan mencegah atau mengatasi kulit kering
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Petrolatum untuk ibu hamil dan menyusui Kategori A: Studi terkontrol pada wanita hamil tidak menunjukkan adanya risiko terhadap janin, dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.

Petrolatum belum diketahui dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Namun, petrolatum sebagai obat oles dinilai aman untuk digunakan ketika menyusui.

Bentuk Krim, salep, dan obat oles

Peringatan Sebelum Menggunakan Petrolatum

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan petrolatum, di antaranya:

  • Jangan menggunakan produk yang mengandung petrolatum jika Anda alergi terhadap kandungan ini.
  • Jangan menggunakan petrolatum pada mata, mulut, hidung, luka yang dalam, luka tusuk, luka bakar yang serius, atau luka akibat gigitan hewan.
  • Hentikan penggunaan dan periksakan diri ke dokter jika kondisi tidak kunjung membaik setelah menggunakan produk petrolatum selama lebih dari 7 hari.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda ingin menggunakan petrolatum bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan petrolatum.

Dosis dan Aturan Pakai Petrolatum

Petrolatum sering ditemukan dalam berbagai produk kulit dan kecantikan. Baca dan ikuti aturan pakai yang tertera di kemasan. Jika Anda ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis, durasi, dan cara penggunaan yang sesuai.

Cara Menggunakan Petrolatum dengan Benar

Petrolatum hanya digunakan di permukaan kulit. Baca informasi yang tertera pada kemasan produk atau konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk-produk yang mengandung petrolatum.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah menggunakan produk yang mengandung petrolatum. Pastikan bagian yang akan diolesi sudah bersih dan kering. Oleskan petrolatum secara merata ke area kulit yang terdampak.

Beberapa produk petrolatum perlu dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk kulit yang kering, petrolatum bisa dioleskan berulang kali sesuai kebutuhan.

Beberapa produk petrolatum dapat memperburuk kondisi jerawat di wajah. Jika kulit Anda rentan terhadap jerawat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter perihal penggunaan petrolatum.

Sebelum menggunakan petrolatum untuk menangani ruam popok pada anak, Anda harus memastikan bahwa bagian yang akan diolesi sudah benar-benar bersih dan kering.

Simpan petrolatum pada suhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan produk ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Petrolatum dengan Obat Lain

Penggunaan produk yang mengandung petrolatum bersamaan dengan obat kortikosteroid topikal, seperti betametason atau triamcinolone, dapat meningkatkan penyerapan obat kortikosteroid. Agar aman, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana untuk menggunakan petrolatum bersama obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Petrolatum

Walaupun jarang terjadi, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah penggunaan petrolatum, yaitu:

  • Sensasi terbakar dan perih pada kulit
  • Kulit memerah
  • Kulit berair
  • Gejala infeksi kulit

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau terjadi reaksi alergi pada kulit setelah menggunakan petrolatum.


Search This Blog

Menu Halaman Statis

Contact Form

Name Email * Message *

Category

Popular Posts